Mengenal Tezuka Osamu, Pencetus Serial Anime TV, Pencipta Astro Boy

Mengenal Tezuka Osamu, Pencetus Serial Anime TV, Pencipta Astro Boy – Pecinta serial anime Jepang perlu berterima kasih terhadap Tezuka Osamu. Dia adalah pencetus serial anime TV pertama di Jepang. Kiprah anime Jepang masih eksis sampai hari ini. Serial anime terbaru yang digandrungi pas ini, layaknya One Peace, Attack of Titan, Haikyuu, Sword Art Online, The God of Highschool, Re:Zero, dan lainnya. Meski penikmat anime tidak ulang mengandalkan siaran TV untuk menikmati serial kesukaannya, namun tonggak perkembangan anime Jepang tak terlepas dari penayangan serial anime di TV.

Mengenal Tezuka Osamu, Pencetus Serial Anime TV, Pencipta Astro Boy

mengenal-tezuka-osamu-pencetus-serial-anime-tv-pencipta-astro-boy

edinoe-taxi – Serial anime pertama yang disiarkan di TV ialah Tetsuwan Atomu atau lebih dikenal bersama Astro Boy. Serial garapan Tezuka Osamu ini disiarkan terhadap 1 Januari 1963.

Tezuka Osamu lahir terhadap 3 November 1928, di Toyonaka-cho, Toyono-gun, Prefektur Osaka. Ia adalah anak pertama dari pasangan Tezuka Yutaka dan Fumiko. Dilansir dari Tezukaosamu.net, ketertarikannya terhadap dunia dua dimensi muncul sejak usia 9 tahun. Saat kelas 3 SD, ia belajar komposisi gambar dari gurunya, Inui Hideo. Ia menggambar komik pertamanya “Pin Pin Sei-chan”, bersama sifat utamanya seorang anak laki-laki bersama rambut cepak. Osamu gemar membaca komuk Norakuro dan Perpustakaan Manga Nakamura karya komikus Tagawa Hosui. Ia bahkan menghendaki terhadap orang tuanya untuk berlangganan koran, supaya sanggup membaca serial komik Tagawa. Setelah lulus dari sekolah dasar, Osamu masuk Sekolah Menengah Kitano dan berhimpun bersama klub seni, klub geografi, dan sejarah.

Semasa sekolah menengah, seorang guru yang pernah turut latihan militer, selamanya sangsi tiap Osamu menggambar komik. Untungnya, seorang guru seni bernama Okajima Yoshiro, kerap membela Osamu. Tekanan dari guru selanjutnya ia tidak mengusik kecintaannya terhadap dunia manga. Bahkan pas di sekolah menengah Osamu sempat menggambar komik berjudul “Kisah Detektif Mamar”. Ia hobi menghimpun dan menggambar komik serangga, termasuk menggambar metamorfosisnya dan jenis-jenisnya. Setelah lulus, ia berhimpun bersama Pusat Pelatihan Kesehatan Ichiriyama di Nigawa. Sayangnya, Osamu terkena dermatofitosis di lengannya supaya perlu keluar.

Ia sempat bekerja di pabrik Asbes Osaka yang terletak di selama sungai Yodo. Sampai pada akhirnya masuk di Universitas Osaka, jurusan medis. Sambil menempuh kuliah, ia selamanya menekuni dunia komik. Ia menggambar sebuah komik bersama sentuhan naratif realistik berjudul The Old Man’s Treasure Island, yang kemudian dikenal sebagai West Rush. Osamu lulus terhadap 1951. Masa mudanya ia habiskan bersama menggambar dan menggambar.

Dilansir dari Japanjunky.com, animasi Jepang diperkirakan pertama kali dibikin terhadap 1906. Namun tersedia masalah terhadap klaim dan legitimasinya. Anime pendek pertama selanjutnya berjudul Katsud? Shashin. Karya ini dibikin bersama memakai 50 frame berbeda, yang masing-masing distensilkan ke selembar seluloid. Kemudian terhadap 1917 muncul anime bisu berdurasi 5 menit karya Oten Shimokawa berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban nomor Maki. Menurut jurnal Penyebaran Pop Culture Jepang oleh Anime Festival Asia (AFA) di Indonesia tahun 2012-2016, Jepang benar-benar mengembangkan industri anime pasca Perang Dunia II. Dua karya penanda kebangkitan industri anime Jepang, yaitu Momotaro nomor Umiwashi (1943) beserta sekuelnya, Momotaro: Umi nomor Shinpei (1945) yang datang sebagai film anime propaganda berdasarkan hasil adaptasi cerita legenda tenar Jepang. Setelahnya, karya-karya anime Jepang yang muncul disebarluaskan melalui kaset film dan DVD.

Kelahiran Astro Boy Osamu mengawali debut sebagai seniman manga terhadap 1 Januari 1946, bersama menerbitkan Diary of Ma-chan. Komik strip ini diterbitkan di koran anak-anak Sekolah Mainichi. Setahun setelahnya, Osamu menerbitkan komik panjang berjudul New Treasure Island. Penjualannya capai 400.000 eksemplar. Ia semakin berhasil di dunia seni rupa dan membuahkan pendapatan tahunan capai 2,17 juta yen. Sebelumnya, Osamu sempat menjadi karyawan kontrak di Toei Animation, di mana dia menulis draf skenario dan menyutradarai anime pertamanya Alakazan The Great (1858). Perkembangan teknologi mempunyai komik karya Osamu berjudul Mighty Atom (1952) dianimasikan dan disiarkan dalam peresmian Fuji Network System (FNS).

Anime yang diproduksi oleh Matsuzaki Production, ini mengudara sampai 28 Mei 1960. Mighty Atom inilah yang menjadi awal penciptaan Astro Boy.

Osamu mengambil alih alih produksi dan menyutradarai anime Astro Boy. Pada 1963, Astro Boy menjadi serial animasi TV pertama yang diproduksi di Jepang dan disiarkan oleh FNS bersama durasi 24 menit, memiliki kwalitas monokrom. Serial ini ditayangkan sampai 193 episode, sampai terhadap 31 Desember 1966. Penyiaran di TV membawa dampak anime menjadi hiburan yang sanggup dijangkau oleh semua kalangan. Rating serial ini tinggi dan tenar di kalangan anak-anak. Kisah robot bocah bersama kebolehan 100.000 tenaga kuda ini, merupakan perwujudan futuristik pahlawan super, yang sanggup mengalahkan penjahat memakai tujuh kekuatannya. Akhir hidup Serial anime TV pertama besutan Osamu capai penghargaan khusus terhadap Konferensi Reporter Televisi kedua terhadap tahun 1964, penghargaan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan terhadap 1965, dan penghargaan Fourth Broadcasting Critics Round-table Galaxy.

Semasa hidupnya, Osamu tetap berkiprah di dunia seni rupa, komik, anime, dan media. Osamu sempat sebagian kali masuk tempat tinggal sakit dan merintis operasi. Ia divonis menderita kanker perut. Pada 9 Februari 1989, Tezuka Osamu meninggal di 60 tahun gara-gara penyakitnya.

Anime Jepang di Indonesia Dilansir dari jurnal Efektifitas Diplomasi Budaya Dalam Penyebaran Anime Dan Manga Sebagai Nation Branding Jepang, anime merasa masuk ke Indonesia lebih kurang tahun 1980-an. Anime Jepang yang pertama kali dinikmati warga Indonesia berjudul Wanpaku Omukashi Kumu Kumu, yang disiarkan melalui tayangan di TVRI. Siaran serial anime semakin tenar terhadap 2000-an. Hampir semua stasiun televisi memutar sedikitnya 5 anime dalam satu harinya bersama masing-masing berdurasi 30 menit. Stasiun televisi selanjutnya layaknya SCTV, Indosiar, Lativi (sekarang menjadi TV One), Rcti, TV7 (sekarang Trans 7), ANTV, Global TV, dan Trans TV.

Adapun serial yang mewarnai perkembangan anime Jepang di Indonesia, andaikan Doraemon, Inuyasha, Dragon Ball, Detektif Conan, Sailor Moon, Kapten Tsubasa, dan sebagainya. Kini penggemar anime Jepang sanggup menikmati anime melalui bermacam platform digital. Akan tetapi, perkembangan ini tidak pernah tercapai tanpa peran Tetzuka Osamu yang mendedikasikan hidupnya untuk komik dan animasi Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *